Pages

Kamis, 08 November 2012

Segmentasi Demografi

Segmentasi adalah pemisahan objek yang satu dengan objek yang lain dalam suatu objek
Segmentasi Demografi adalah pengelompokan berdasarkan variabel-variabel pendapatan, jenis kelamin, pendidikan, jumlah penduduk, usia, ukuran keluarga, siklus hidup keluarga, pekerjaan, agama, ras, generasi, kewarganegaraan dan kelas Sosial. Segmentasi berdasarkan demografi pada dasarnya adalah segmentasi yang didasarkan oleh peta kependudukan. 


Usia, jenis kelamin atau gender, besarnya anggota keluarga, tahap yang dilalui dalam keluarga (family life circle), pendidikan tertinggi yang pernah dicapai, jenis pekerjaan, tingkat penghasilan, agama, suku dan sebagainya adalah variabel-variabel demografi.

Pembagian segmentasi  berdasarkan pendapatan adalah pengklasifikasian kelas seseorang berdasarkan jumlah kekayaannya. Di sini kita dapat membagi pengklasifikasian ini menjadi dua bagian secara garis besar, yaitu kelas menengah ke atas dan kelas menengah ke bawah. Banyak produk yang memiliki target pasar yang memiliki pendapatan yang besar dengan memfokuskan pada kulaitas dan estetika produk sehingga memiliki harga yang sangat mahal.Jenis kelamin menjadi hal yang sangat mempengaruh seorang desainer untuk membuat produk.

Produk dapat dikatakan untuk pria atau wanita dilihat dari bentuk dan fungsinya. Umumnya produk untuk seorang pria memiliki garis yang tegas dengan fungsi yang lebih keras.  Produk yang ditujikan untuk wanita berbentuk organis dan memliki fungsi yang lembut. Namun, dalam suatu produk terdapat rasa menurut jenis kelaminnya, meski memiliki fungsi yang tidak sesuai etiketnya.

Misalkan, Joystik untuk simulasi pesawat terbang, fungsinya bukan untuk hal yang keras, namun dapat dirasakan ini memiliki rasa bahwa ini produk yang “pria banget.” Ada juga produk yang ditujukan untuk unisex, yaitu produk dengan target pasar pria dan wanita.
Jumlah suatu penduduk menjadi hal yang dipertimbangkan dalam suatu pemasarn produk. Keuntungan perusahaan akan melejit tajam kala ia dapat memproduksi suatu produk yang dibutuhkan oleh hampir semua orang.
Misalkan handphone konvensional lebih ditujukan untuk banyak massa, dibandingkan Blackberry yang lebih dikhususkan untuk bussinessman.
Segmentasi produk berdasarkan usia dapat dikategorikan menjadi: anak-anak, dewasa, lansia, dan universal. Produk yang dikhususkan anak-anak adalah produk yang aman, ceria, dan bersifat sebagai mainan edukasi. Produk yang dijutukan untuk orang dewasa lebih bersifat untuk hal yang profesional, karena setiap orang dewasa sudah memiliki profesi masing-masing, dengan tingkat kompleksitas produk yang tinggi dan lebih beresiko pada kesehatan. Produk yang ditujukan untuk lansia adalah produk yang berhubungan dengan kesehatan untuk menopang kondisi tubuh yang semakin melemah. Dan terakhir produk universal(usia) adalah produk yang tidak terpaut usia dan dapat digunakan untuk segala kalangan, misalkan: TV, Radio,dsb.

Ukuran keluarga jumlah anggota dalam suatu keluarga. Segmentasi ini dijadikan pertimbangan dalam membuat “family product”. Sebagai contoh: Toyota Innova memiliki kapasitas tempat duduk yang banyak dan cocok dijadikan kendaraan untuk keluarga yang memiliki jumlah 6-8anggota. Berbada dengan city car yang bila dijadikan mobil keluarga, maka hanaya pantas untuk keluarga yang beranggotakan maksimal 5 orang.
Kewarganegaraan menjadi hal yang sakral dalam mepertimbangkan pemasaran suatu prduk, karena negara yang berbeda diikuti dengan ideologi dan kondisi geografis yang berbeda. Jepang lebih suka produk yang lbeih mengutamakan pengembangan fiturnya, sehingga mereka tidak tertarik dengan membeli produk yang lebih baru namun dengan fitur yang sama. Berbeda dengan Indonesia yang mengikuti trend dan lebih menkesampingkan pengembangan fitur.

Kelas sosial adalah kedudukan sosial seseorang dalam lingkup sosialnya. Dalam sejarah pernah mengkelompokan produk batik dengan motif yang menyesuaikan tingkat kelas sosialnya. Sehingga terdapat motif batik yang khusus dibuat untuk raja, motif yang dibuat khusus pejabat, dan motif yang dibuat khusus masyarakatnya.
Agama, agama menjadi pemisah seorang produsen untuk memilih target pasarnya, hal ini dikarenakan sebuah kebutuhan yang berbeda dalam keyakinannya. Misalkan, agam Islam membutuhkan peralatan sholat seperti sarung, jilbab, mukenah yang tidak dipaka oelah penganut agama non musilm. Yang menjadi populer saat ini adalah Jilbab dan baju muslim anak-anak, yang telah menjadi trend dan diolah besar-besaran pada variasi dan strategi pasarnya.

Siklus keluarga adalah dempgrafi yang meneliti kondisi keluarga yang dialami selama hidup keluarga tersebut. Terdapat kondisi dimana suatu keluarga adalah seorang keluarga baru yang memanfaatkan kredit sebagai cara dia membeli produk, seperti kendaraan pribadi dan rumah. Hal ini dimanfaatkan pihak produsen untuk menjual produk dengan pilihan kredit, meski konsumen memiliki kerugian yang sangat besar dalam soal kuantitas harga namun ia memiliki keuntungan dengan mendapatkan produk yang ia inginkan lebih cepat.

Produk juga dapat disegmentasikan dalam stratifikasi pendidikan seseorang. Namun, pendidikan di sini bukan berarti berupa gelar, tetapi juga berupa ilmu yang didapat seseorang meskipun dia tidak sekolah sekali pun sehingga ilmu yang ia dapat berbanding searah dengan kemakmurannya.  Sebagai contoh: Kamera DSLR ditujukan pada seseorang yang memiliki ilmu setara dengan sarjana jurusan desainer. Sedangkan pada  seseorang yang memiliki ilmu setara pendidikan SD lebih cocok untuk dijadikan target pasar dari produk kamera paket karena lebih sederhana.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar