Pages

Selasa, 28 Agustus 2012

Kontribusi Dakwah Siyasi Kampus terhadap Sayap Dakwah Kampus Lainnya di Unpad



Secara umum terdapat tiga sayap dakwah dalam kampus, yakni :
1. sayap dakwiyah
2. sayap siyasiyah
3. sayap ilmiyyah
Sayap dakwiyah atau syiar adalah lini pertama yang menjadi perintis dalam dakwah kampus. Kegiatan dalam syiar identik dengan kajian keislaman, ta’lim, dauroh, dan sebagainya. Sayap dakwiyah tentunya dipayungi oleh Lembaga Dakwah Kampus (LDK). Sayap dakwah kampus yang kedua yaitu sayap siyasiyah. Kegiatan dalam wajihah siyasi identik dengan sosial kemasyarakatan, seperti bakti sosial, kajian tentang isu nasional yang sedang berkembang, dan lain-lain. Sayap siyasiyah dinaungi oleh lembaga-lembaga kemahasiswaan di kampus, seperti BEM, BPM, dan HMJ. Lini ketiga dalam dakwah kampus adalah ilmiyyah, yakni sayap akademis dan skill keterampilan.
Bagaimana keadaan tiga sayap dakwah tersebut di kampus Unpad ?
Setiap sayap dalam dakwah kampus tentunya berkontribusi sesuai ranahnya masing-masingnya, dalam rangka mencapai tujuan bersama, yakni menyukseskan dakwah islam di kampus tercinta serta menjadikan Unpad sebagai kampus islami. Ketiga sayap tersebut harus berjalan secara seimbang dan sinergis. Jika ternyata salah satu sayap mendominasi, sayap yang lainnya harus dipertahankan eksistensinya, jangan sampai tereliminasi.
Dakwah Siyasi Kampus Unpad
Kali ini fokus kita pada sayap yang kedua, yakni sayap siyasiyah. Kontribusi apa saja yang telah diberikan oleh wajihah-wajihah siyasi di kampus Unpad tercinta dalam rangka mewujudkan suatu jargon kita bersama ”Kampus Unpad, Kampus Islami”?
Sebagai lini yang bergerak dalam hal sosial kemasyarakatan, tentunya lini siyasi sangat berpengaruh dalam hal pencitraan dakwah islam di mata masyarakat, khususnya civitas akademika kampus. Pencitraannya dapat berupa kegiatan bakti sosial, dan lain-lain.
Di kampus Unpad, terdapat dua macam wajihah siyasi, yakni wajihah siyasi intrakampus, seperti BEM KEMA, BEMF, BPM KEMA, BPMF sampai HMJ, dan wajihah siyasi ekstrakampus, seperti KAMMI dan HMI. Setiap wajihah tentunya memiliki peran dan peluangnya masing-masing. Organisasi kemahasiswaan seperti BEM berperan dalam hal kegiatan kemahasiswaan, seperti seminar, event minat dan bakat, sampai aksi turun ke jalan. BEM berperan untuk meng-create dan me-manage kegiatan-kegiatan tersebut agar jauh dari kesan hedon. Wajihah BEM juga berperan dalam perubahan kampus kearah yang lebih baik, tentunya bekerja sama dengan wajihah lain seperti BPM dalam hal pengambilan kebijakan-kebijakan kampus yang berhubungan dengan kesejahteraan mahasiswa, seperti kebijakan pengelolaan dana kemahasiswaan, penuntutan fasilitas kampus, advokasi mahasiswa kurang mampu, dan sebagainya.
Pada intinya, dakwah siyasi berkontribusi secara nyata dalam hal menciptakan suasana kampus yang kondusif serta jauh dari kesan hedonisme melalui realisasi program kerja tiap wajihah siyasi di kampus Unpad tercinta. Seluruh wajihah siyasi kampus harus berjalan secara sinergis, sehingga terwujud jargon kita bersama ”Kampus Unpad, Kampus Islami”.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar